USAID selenggarakan Forum OMS Indonesia untuk pembangunan kapasitas

Jakarta (ANTARA News) – Badan Amerika Serikat untuk Pembangunan Internasional (USAID) akan menyelenggarakan Forum Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) Indonesia di Jakarta, 14-15 November 2018 untuk pembangunan kapasitas dan keberlanjutan organisasi kemasyarakatan.

“Secara khusus, forum ini menjadi ajang diskusi dan tukar pikiran bagi para aktivis OMS, terutama terkait kapasitas dan keberlanjutan, yang salah satunya tentang bagaimana melepaskan diri dari ketergantungan terhadap lembaga donor,” kata Direktur Kantor Ketangguhan Demokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan USAID David Hoffman dalam konferensi pers di Jakarta, Senin(5/11).

USAID berkolaborasi dengan lima lembaga internasional lainnya untuk menyelenggarakan acara tersebut, yakni Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), the Ford Foundation (AS), the Asia Foundation (AS), Badan Pembangunan Internasional Kanada (GAF), dan Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional Jerman (GIZ).

“Acara ini bisa dianggap katalisator untuk proyek ke depan yang menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik diperlukan masukan dari masyarakat, dari pihak swasta, untuk terus memperbaiki kinerja administrasi publik dan pemerintah, itulah kenapa kami ingin mendukung upaya ini,” kata Hoffman.

Total sekitar 250 orang dari 90 OMS dan pemerintah daerah dari 34 provinsi di Indonesia akan berpartisipasi dalam forum yang mengangkat konsep diskusi dan tukar pengalaman tersebut.

Selain dari Indonesia, beberapa anggota OMS dari Amerika, Australia, Banglades, Myanmar, dan Timor Leste juga akan hadir dalam forum itu.

Menurut Hoffman, forum pertama tersebut diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terbuka bagi pemangku kepentingan lain yang tertarik untuk meningkatkan kapasitas OMS di Indonesia.

Ketua Panitia Forum OMS Indonesia sekaligus Pegawai Senior USAID di Indonesia Luthfi Ashari mengatakan Forum OMS Indonesia dengan tema pembangunan kapasitas dan keberlanjutan merupakan yang pertama karena selama ini acara serupa lebih menekankan pada isu-isu di luar OMS.

“Misalnya, tentang HIV/AIDS, tentang lingkungan, selalu tentang isu, bukan tentang diri OMS itu sendiri, bagaimana meningkatkan kapasitas mereka, atau bagaimana agar bisa ‘survive’ lepas dari ketergantungan donor,” kata dia.

Selain cara melepaskan diri dari ketergantungan pada donor, forum tersebut juga mengangkat isu-isu lain, seperti pelaksanaan desentralisasi, penggunaan dan pelaksanaan program Dana Desa dan tantangan serta peluang bagi OMS di Indonesia.
 

Pewarta: Azizah Fitriyanti
Editor: Rahmad Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2018