Penembak di studio yoga Florida pernah dituduh lakukan pelecehan

Tallahassee (ANTARA News) – Seorang pria bersenjata yang membunuh dua wanita di studio yoga Florida dan melukai lima orang, sebelum mengakhiri hidupnya, pernah dituduh melecehkan wanita-wanita muda, kata polisi pada Sabtu.

Pihak berwajib mengatakan mereka tidak tahu mengapa pria bernama Scott Beierle, 40 tahun, itu melepaskan tembakan pada Jumat siang setelah berpura-pura menjadi calon peserta kelas di studio Hot Yoga di Tallahassee. Para dektektif mencari kaitan antara dia dan para korban tersebut.

Dua wanita yang meninggal tersebut diidentifikasi bernama Maura Binkley, 21 tahun, sebagai mahasiswa, dan Nancy Van Vessem, 61 tahun, pengajar di Florida State University (FSU).

Polisi mengatakan Beierle adalah lulusan FSU yang berdinas di militer, dan dia telah menjadi orang yang beberapa kali dilaporkan ke pihak berwajib di kawasan Tallahassee “terkait pelecehan wanita-wanita muda.”

Dalam pernyataan, polisi mengatakan Beierle menginap di satu hotel setempat pada saat penyerangan, dan para penyidik juga memeriksa rumahnya di Deltona, Florida, sekitar 322 km sebelah tenggara Tallahassee.

Catatan kepolisian menunjukkan ia ditangkap pada tahun 2012 dan 2016 atas tuduhan meraba bokong sejumlah wanita. Dua perkara tersebut dihentikan, menurut surat kabar Democrat di Tallahassee.

Seorang pengacara yang sebelumnya mewakili Beierle tak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Dua wanita yang menderita luka-luka dalam penembakan itu masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi stabil pada Sabtu, kata polisi. Dua korban penembakan lagi dan seorang pria yang dipukul Beierle dengan menggunakan pistolnya dirawat dan kemudian diperbolehkan pulang.

“Ada indikasi bahwa beberapa orang tidak hanya melawan tetapi berusaha menyelamatkan orang-orang lain,” kata Kepala Kepolisian Tallahassee Michael DeLeo dalam jumpa pers. 

Baca juga: Dua wanita tewas akibat penembakan di sasana yoga Florida
Baca juga: Rapper amerika ditembak hingga tewas di Florida

Sumber: Reuters
Editor: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018