Unicef: 2.300 anak migran di Meksiko perlu perlindungan

PBB, New York (ANTARA News) – Sebanyak 2.300 anak kecil di kalangan ribuan migran yang berbaris memasuki Meksiko melalui perbatasan AS memerlukan perlindungan dan akses ke layanan dasar seperti perawatan kesehatan, air bersih dan kebersihan yang memadai.

“Sebagian sudah jatuh sakit atau menderita dehidrasi,” kata Dana Anak PBB (UNICEF) di dalam satu pernyataan yang dikeluarkan di Markas PBB, New York, pada Jumat (26/10).

“Perjalanan jauh dan berbahaya telah membuat anak-anak terpajan cuaca buruk, termasuk temperatur yang sangat panas dan berbahaya, dengan akses terbatas ke tempat berteduh yang layak,” kata lembaga anak-anak tersebut, yang mengutip laporan dari tim di lapangan.

Mereka yang melakukan perjalanan dalam rombongan mengharapkan keselamatan karena jumlah mereka, kata UNICEF, sebagaimana dilaporkan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu siang. Tapi “bahaya karena menggunakan jalur migrasi yang tidak biasa tetap besar, terutama buat anak-anak. Perjalanan tersebut lama, tidak pasti dan penuh bahaya, termasuk resiko eksploitasi, kekerasan dan pelecehan”.

Baca juga: Unicef akan bantu pemulihan psikologis korban gempa-tsunami

Baca juga: UNICEF menyebut hampir setengah juta anak Yaman putus sekolah akibat perang

Anggota UNICEF mengatakan mereka bekerjasama dengan Pemerintah Meksiko dan mitra lain untuk menjamin bahwa anak-anak yang terusir dari rumah mereka mendapat dukungan dan layanan yang mereka perlukan serta hak mereka dipelihara. Itu meliputi penyediaan bantuan teknis bagi pihak terkait dalam masalah gizi dan perlindungan anak-anak, serta perluasan akses ke dukungan psikologis.

UNICEF dan mitranya mengatakan mereka juga menyediakan buat anak-anak dan keluarga di dalam rombongan lebih dari 20.000 liter air minum yang aman, paket kesehatan dan kebersihan, garam rehidrasi oral, tabir surya dan sabun.

Pada awal pekan ini, jumlah resmi migran yang melakukan perjalanan melalui Meksiko dari Honduras dan Guatemala diperkirakan mencapai lebih dari 7.000. Namun, jumlah tersebut telah berlipat, demikian laporan dari lokasi, tapi sejauh ini belum ada perkiraan resmi mengenai seluruh jumlah yang berkurang yang dikatakan sebagian berkisar 4.000-an orang.

“Banyak anak-anak dan keluarga di dalam rombongan menyelamatkan diri dari gerombolan dan kekerasan yang berlandaskan jenis kelamin, pemerasan, kemiskinan dan akses terbatas di negara asal mereka di bagian utara Amerika Tengah –El Salvador, Guatemala dan Honduras,” kata UNICEF.

“Kondisi ini adalah bagian dari kehidupan sehari-hari buat jutaan anak di wilayah itu,” kata lembaga tersebut. “Setiap hari, banyak yang menghadapi kondisi berat membuat keputusan yang menyakitkan untuk meninggalkan rumah mereka, masyarakat dan negara untuk mencari masa depan yang aman dan lebih menyimpan harapan,” katanya.

Editor: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018